I MISS YOU DAD
Ga tau kenapa kali ini aku lagi pengen nulis tentang Bapak aku, yah orang tua ku emang udah lama banget cerai sejak aku masih SD dulu. Setelah aku selesai ujian UN kelulusan lebih tepatnya, sedih banget waktu itu karna aku ga pernah bisa ngebayangin gimana rasanya hidup di keluarga yang ga lengkap. Ada kala dimana aku pengen banget nyusul datengin ke rumah bapakku di Klaten.
Tapi apadaya aku tetep ga bisa buat nemuin beliau, berkali - kali lewat kota itupun aku ga pernah berani buat berhenti sekedar nungguin bapakku pulang kerja mungkin. Yah sekedar liat gimana keadaan beliau aja aku ga bisa, aku lakuin itu semua karna aku ngejaga perasaan ibukku. Aku tau kalau ibukku pastinya takut kalau aku sampai ketemu bapakku pasti aku bakal ninggalin ibukku.
Ga tau harus pakai cara apa buat ngeyakinin ibu dan kakak - kakakku kalo aku bakal baik - baik aja setelah ketemu sama bapak. Beliau ga akan ngeganggu hidupku, aku udah nikah, udah punya suami jadi bukan tanggung beliau lagi. Mungkin emang belum saatnya aku bisa ketemu sama bapakku.
Dear Ayah,
Terima kasih dengan semua ilmu yang kau berikan ketika aku masih kecil, kau ajarkan semua kebaikan untukku agar kebaikan pula yang aku berikan keorang lain. Terima kasih telah menjadi panutan dan tempat berlindungku selama ini, menjadi sosok lelaki yang selalu melindungi aku dan menyayangi keluargamu walau dengan cara mu sendiri. Bukan kesalahanmu yang selalu aku cari dalam setiap hari dan jarak yang semakin jauh antara aku dan ayah tapi semua kebaikan yang selalu engkau coba berikan ke kami.
Maafkan anakmu ini, yang selama ini tak pernah memberanikan diri untuk menemuimu. Bahkan meminta restumu untuk pernikahanku pun aku tak mampu, bukan karena aku yang sudah tak menganggap keberadaanmu dan tak lagi menghormatimu. Tapi karna harus ada satu cara yang dapat aku lakukan dari kedua pilihan tersebut.
Ayah, banyak yang ingin aku ceritakan. Tentang sekolahku, aku yang mampu mendapatkan peringkat pertama di kelasku ketika kelulusan sekolah, tentang pekerjaanku dan bagaimana aku dapat meraih ini semua, tentang pacarku yang sekarang jadi suamiku, tentang teman - temanku, tentang orang - orang yang jahat sama aku. Asal engkau tau aku sangat iri melihat teman - temanku yang keluarganya masih utuh, mereka tak seberat aku untuk menjalani kehidupan mereka. Asal ayah tau, aku selalu ingin menangis melihat seorang anak yang memohon restu ke orang tua mereka di hari pernikahan mereka. Sakit rasanya ketika menyadari kalau aku tak bisa lakukan itu, tak ada orang yang mampu membelaku lagi.
Dulu aku selalu mencari pembelaan dan tempat berlindung ke padamu ketika mamah marah, ketika aku terjatuh dan terluka. Sedih memang harus menangis di sebuah pernikahan ku karna aku tak bisa mendapatkan sosokmu di hari itu. Sosok yang akan menenangkanku di saat aku gelisah, menjagaku agar tak terluka, memelukku ketika tau bumi bergetar dan akan menjatuhkan semua isinya padaku.
Sekarang aku telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang selalu sibuk dengan semua pekerjaan - pekerjaanya, berangkat pagi hari dan pulang setelah petang. Menjadi seorang wanita yang kuat, tegar dan mampu menjalani kehidupan yang berat ini, kau pasti bangga melihatku sekarang. Aku yang mampu bekerja ditempat seperti sekarang ini dengan prestasi - prestasi yang aku capai selama ini. Semua aku dapatkan karena semua hal yang telah engkau berikan. Tak semua hasil dari perceraian itu menjadikan aku berubah menjadi seseorang berandalan. Aku masih menjadi sosok wanita baik yang penakut dan cengeng, yang hanya ingin mencari pembelaan.
Aku selalu memohon kepada Allah agar selalu menjaga kesehatanmu, membuka pintu rezekimu dan selalu memberikan jalan yang terbaik. Tetap kuat ya ayah, aku janji dalam waktu dekat ataupun lama aku pasti akan menemuimu. Jaga selalu kesehatanmu... jangan sering minum - minum alkohol lagi, berhentilah merokok, perbanyak waktu istirahatmu dan selalu ingat akan Allah SWT.
Love you Dad,
so much

Comments
Post a Comment